TOXIC Untuk Diri Sendiri

“Kau berharga….Karena kau diciptakan mulia

Oleh Sang Pencipta

Sadari dirimu…..Sayangi dirimu….. UTUH”

 

Kalimat di atas adalah cuplikan dari Lagu UTUH yang dinyanyikan oleh Dira Sugandi yang telah banyak memberikan inspirasi pencerahan pada penggemarnya termasuk penulis.

Toxic umumnya diartikan orang dengan pribadi yang menyusahkan banyak orang, namun toxic juga bisa terjadi untuk diri sendiri? Apa maksudnya?  Tanpa disadari banyak sebenarnya yang mengalami hal ini, mungkin pembaca salah satu yang mengalami.

Apa perilaku orang yang mengalami toxic pada diri sendiri?

# Pertama : Mengesampingkan dan mengabaikan diri sendiri

Pernahkah Anda mengalami (atau menemukan orang) untuk orang lain misalnya membelikan kado untuk teman atau saudara dengan mudah Anda mengeluarkan uang cukup besar namun ketika untuk membeli barang yang sama untuk diri sendiri Anda berpikir berkali-kali untuk membelinya atau mungkin Anda mencari barang sejenis yang harganya jauh lebih murah daripada yang Anda belikan untuk orang lain.

Artinya kalau untuk orang lain akan diutamakan tetapi untuk diri sendiri cenderung dikorbankan atau diabaikan. Ketika melakukan sesuatu untuk diri sendiri untuk menyenangkan diri sendiri akan merasa bersalah.

Dia merasa bersalah ketika dalam satu waktu tidak melakukan sesuatu. Dia akan merasa bersalah ketika menikmati momen Bahagia. Dia merasa tidak selayaknya berdiam diri, tidak selayaknya bersenang-senang atau merasa Bahagia.

 

# Kedua : Membiarkan diri sendiri terus dipermainkan, disakiti atau diperlakukan seenaknya oleh orang lain

Banyak orang yang karena pola-pola di atas seperti ingin selalu mengutamakan orang lain dan mengabaikan kebahagiaan diri sendiri, atau mungkin juga demi mendapat penghargaan dari orang lain, karena hal ini malah dimanfaatkan dan dieksploitasi oleh orang lain.

Mengapa semua itu bisa terjadi ?

Jawabannya : Karena memiliki MENTAL BLOCK “MERASA DIRI TIDAK BERHARGA” .

Bagaiman mengatasi mental block tersebut?

Ada 2 opsi untuk mengatasi mental block tidak berharga yaitu :

Opsi Pertama :

Anda harus menyadari bahwa apapun yang Anda lakukan , sebaik apapun kondisi Anda akan selalu ada pro dan kontra dan ini bukan menjadi acuan diri Anda berharga atau tidak.
Orang lain menghargai Anda atau tidak, tergantung dari bagaimana Anda memandang diri sendiri. Itu tercermin dari sikap dan perilaku Anda sehari-hari, dan itulah yang kemudian akan membuat orang berperilaku tertentu terhadap Anda. Seperti cuplikan lagu di atas : “kau berharga karena kau diciptakan mulia oleh Sang Pencipta”
Untuk itu fokus melakukan hal-hal positif yang bisa dilakukan demi kesehatan mental Anda sendiri.
Membahagiakan orang lain boleh saja, tapi Anda juga berhak mendapatkan sesuatu hal yang baik dan memberdayakan untuk diri sendiri.
Sebagai gambaran semakin besar wadah Anda semakin besar pula yang Anda mampu bagikan. Jadi semakin sejahtera Anda maka semakin banyak yang bisa Anda lakukan untuk kebaikan banyak orang.
Namun jangan dibalik, Anda sendiri menjadi kekurangan demi mensejahterakan orang lain. Karena suatu saat kemampuan (energi) Anda terkuras habis, maka Anda  malah tidak mampu lagi berbuat apapun.

Apakah ini mudah dilakukan oleh orang yang memiliki mental block ini? Belum tentu dan bahkan kadang sangat sulit untuk keluar dari kondisi tersebut. Karena pada umumnya orang-orang tersebut memiliki belief : nasib saya memang seperti ini, Tuhan menggariskan hidup saya seperti ini dan berbagai pembenaran lainnya yang justru menguatkan kondisi orang-orang yang mengalami hal ini. Atau bahkan tanpa disadari dia dengan senang melakukan hal itu walaupun dirinya menderita.

Opsi Kedua

Apabila opsi pertama sulit Anda lakukan , ada opsi kedua yang bisa Anda tempuh yaitu dengan menjalani program terapi atau coaching secara profesional yang fokusnya adalah membereskan akar masalah perasaan diri tidak berharga ini, lalu mengoptimalkan potensi-potensi diri Anda untuk mempercepat proses pencapaian tujuan-tujuan penting dalam hidup Anda.

Opsi manapun yang Anda putuskan untuk dijalani yang terpenting adalah Anda hendaknya segera menyadari bahwa Anda memiliki mental block ini (jika memilikinya) dan bertindak nyata untuk merubah hidup Anda ke arah yang lebih baik. Karena Anda berhak bahagia karena kita semua adalah ciptaan Tuhan yang sempurna, namun karena perjalanan hidup yang berbeda membuat nasib kita berbeda.

Terima kasih, semoga tulisan ini bermanfaat untuk Anda.

Penulis : I Nengah Yasdwipura (guru Multimedia-Informatika)