MENGENAL MENTAL BLOCK

Mungkin Anda pernah mendengar istilah Mental Block atau Anda sudah familiar dengan istilah tersebut. Akan tetapi tidak semua orang memahami esensi dasar dari Mental Block ini.

Dengan memahami jenis-jenis Mental Block dan  asal-usulnya akan membantu Anda untuk melakukan evaluasi diri.

Untuk diketahui bahwa ada Mental Block yang bisa ditangani sendiri jika kita sudah memahami esensinya dan ada juga yang sulit sekali ditelusuri apalagi diurai.

Perkara mental block itu bisa diatasi atau tidak, mari mengenal mental block sehingga kita bisa mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapinya.

Baca juga : B E R U B A H

Apa definisi Mental Block?

 

Mental block adalah segala bentuk POLA EMOSI dan PERILAKU dari diri sendiri yang MENGHAMBAT seseorang untuk berpindah dari sebuah kondisi sekarang yang kurang ideal menuju ke kondisi lebih baik yang ia inginkan.

Wujudnya berupa emosi serta perilaku.

Ada sebuah pola khusus berulang-ulang.

Datangnya dari dalam diri sendiri.

Sifatnya menghambat sehingga bisa dipastikan merugikan merugikan diri sendiri dan bahkan merugikan orang lain.

Baca juga : Apakah Anda Hidup di Masa Lalu ?

Klasifikasi Mental Block

Berdasarkan penelitian terhadap pola yang ditimbulkan serta asal-usul terjadinya,  Mental Block diklasifikasikan menjadi 4 kelompok besar yaitu :

 

1 KETAKUTAN / KECEMASAN

Mental Block ini mencakup segala bentuk perasaan yang senada, contohnya :

Takut mati , Takut sakit, Takut bencana alam, Takut ketidakpastian masa depan

Perasaan ini tidak disebabkan oleh orang lain dan munculnya karena imajinasi liar serta antisipasi-antisipasi berlebihan dari pemiliknya.

Bentuk perilaku yang bisa muncul di permukaan :

Takut bepergian, Takut naik kendaraan tertentu, Tuntutan terlalu tinggi terhadap kebersihan, Dsb.

 

2 REJECTION / PENOLAKAN

Mencakup segala bentuk perasaan yang senada, contohnya :

Tidak dipahami, Tidak diterima, Tidak didengar, Tidak dipercaya, Tidak dihargai, Diremehkan, Diperlakukan tidak adil, Dibuang, Ditinggalkan, Dikhianati, Dibohongi, Dikucilkan, Dihina / di-bully

Bentuk perilaku yang bisa muncul di permukaan :

Sifat narsis, Terlalu sensitive, Harga diri “tinggi”, Perfeksionis, Pemarah, Paranoid, Menjadi pelaku bully, Sulit menghargai orang lain, Menjatuhkan orang lain, Perilaku minder, Menghindari tanggung jawab, Selalu merasa tidak mampu, Perilaku anti sosial, Kecenderungan meninggalkan, Pembohong, Sulit bekerja sama, Tidak punya empati, Sense of entitlement

 

3 KEBINGUNGAN

Mental block ini mencakup perasaan-perasaan seperti berikut  :

Merasa malu, Merasa bersalah, Berduka / kehilangan, Tidak punya sumber daya untuk melakukan sesuatu (blank)

Jadi ini bisa jadi berkaitan dengan seseorang tapi bukan karena disebabkan oleh orang tersebut , merasa perlakuan tidak adil atau tidak selayaknya.

 

4 DEPRESI / KEKECEWAAN

Mental block yang satu ini terjadi saat akumulasi dari semua masalah di atas sudah tidak tertahankan, akhirnya orang yang mengalami hal ini menyimpulkan bahwa tidak ada lagi sesuatu yang perlu dilakukan, tidak ada hal apapun yang perlu diperjuangkan, percuma melanjutkan hidup dsb.

Saat ada di tahap depresi, seseorang bisa saja kehilangan minat sehingga berhenti melakukan hal-hal yang dia sukai dan sekarang pola perilakunya cenderung merusak diri.

Semua potensinya terkubur, yang dominan dalam dirinya adalah perasaan putus asa dan berhenti berusaha.

Penelitian selanjutnya menemukan bahwa kasus hambatan emosi dan perilaku yang paling banyak ditemui adalah nomor 2 yaitu REJECTION.

Ada penelitian yang berbeda lagi membuktikan bahwa banyak sekali Mental Block kategori Rejection ternyata akar masalahnya terjadi DI BAWAH USIA 7 TAHUN alias amat erat kaitannya dengan komunikasi orangtua dengan anak!

Jadi kesimpulannya :

“Bahwa ilmu PARENTING adalah ilmu yang paling mendesak untuk dikuasai setiap orangtua atau pendidik yang mengemban tugas membentuk karakter positif pada anak.”

Setelah membaca tulisan ini, apakah Anda atau putra putrinya atau mungkin siswa siswi kita memiliki mental block ?

Jawabannya ada pada diri Anda masing-masing.

#smektijuara #smkbisahebat #kurkulummerdeka #ntbgemilang

(Penulis : Yasdwipura I Nengah – tim media center/guru informatika)