Gerakan Anti Bullying

Perundungan atau lebih dikenal bullying adalah segala bentuk perilaku intimidasi atau penindasan dari suatu individu atau kelompok yang lebih kuat pada seseorang dan dilakukan secara berulang-ulang. Banyak dari kita tidak menyadari telah menjadi pelaku perundungan, karena perundungan dimulai dengan hal-hal kecil seperti, mengganti nama teman dengan sebutan aneh, menertawakan orang yang terjatuh, menjauhi teman, bergosip dan sebagainya.

Untuk mencegah hal-hal tersebut terjadi di SMK Negeri 3 Mataram, maka SMKN 3 Mataram sebagai pelaksana SMK PK mengadakan sosialisasi pencegahan perundungan dan tindak kekerasan yang pesertanya terdiri dari beberapa siswa dan guru juga dihadiri oleh pengawas pembina dari Dina Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu bapak Ridwan, S.Pd dan sebagai naras umber adalah seorang psikolog ibu Nuraini.

Baca juga : OEMAR BAKRI JANGAN SAMPAI TIADA

Sosialisasi ini banyak memberikan wawasan mengenai perundungan, dari jenis perundungan, dampak yang diakibatkan, hingga solusi untuk mengatasi perundungan dan sebagainya. Untuk solusi mencegah terjadinya perundungan di SMK Negeri 3 Mataram, pihak sekolah memilih 30 siswa untuk dijadikan sebagai duta anti bullying, mereka diharapkan dapat membantu siswa-siswa lain dalam menyelesaikan permasalahan bullying dan mengedukasi teman-teman lainnya tentang perundungan.

Dan juga, mereka diikut sertakan dalam kegiatan program Roots dimana program ini di dukung oleh Puspeka, untuk dilatih lagi tentang pemahaman lebih mendalam tentang perundungan, didalam program Roots ke 30 siswa disebut sebagai Agent Perubahan, tugas mereka intinya seperti yang tadi dijelaskan yaitu mencegah perundungan dan mengedukasi siswa lainnya tentang perundungan.

Baca juga : Kemeriahan Hari Guru di SMK Negeri 3 Mataram

Bila ada siswa yang menjadi korban perundungan segera laporkan ke orang terdekat atau kepihak-pihak yang berwajib, agar dapat membantu mencegah perundungan agar tidak ke arah yang lebih parah lagi, lalu bila ada diantara yang merasa sebagai pelaku perundungan mohon hal tersebut dihentikan, meminta maaf ke korban dan lakukanlah hal yang lebih positif.

Mari kita sadar, bahwa banyak terjadi prundungan tanpa guru atau pihak sekolah tahu kecuali ada yang melapor.

Penulis : Yasmin , kelas XI DPIB A

Catatan Editor :

Kebetulan editor ada menulis tentang bully website lombok healing foundation bahwa umumnya bully itu disebabkan pola asuh ketika usia 0 – 3 tahun termasuk kondisi mental sang ibu ketika hamil. (https://lombokhealingfoundation.com/2021/11/15/kenapa-di-bully)