Sekolah Menyenangkan Impian Masyarakat

Ketika mendengar istilah sekolah, maka yang muncul dipikiran kita adalah guru yang mengajar di depan kelas dengan siswa-siswa yang duduk mendengarkan menyimak yang disampaikan guru. Dan ini yang terjadi selama ini sejak ada sekolah di negeri tercina ini dan sampai saat ini juga kita masih menemukan hal seperti ini.

Apakah hal itu masih sesuai dengan kondisi sosial saat ini ?

Tatanan kehidupan sudah banyak berubah, cara mendapatkan informasi sudah jauh berubah, sampai sekitar tahun 1980-an masyarakat sangat tergantung dengan buku dan kadang buku juga sulit didapatkan. Sementara saat ini buku sudah tidak menjadi kendala lagi, dari buku cetak, buku digital, informasi di internet dan sebagainya sangat mudah kita dapatkan sehingga muncul slogan “dunia dalam genggaman”.

Tantangan Selalu Muncul

Apakah dengan perkembangan teknologi informasi dengan kemudahan yang ditawarkan saat ini lantas masalah selesai?

Belum tentu !

Setiap dekake memiliki tantangannya masing-masing, dengan solusinya masing-masing, dengan  perkembangan terknologi dan informasi saat yang telah mengubah dunia saat ini termasuk dunia Pendidikan, berbagai cara dicoba dengan tantangannya masing-masing.

Baca Juga Mimpi Itu Bernama “Taman Pelajar Smekti”

Rabu 17 Nopember 2021 SMK Negeri 3 Mataram sebagai SMK Pusat Keunggulan menyelenggarakan workshop GSM Gerakan Sekolah Menyenangkan yang diharapkan bisa diterapkan dalam pembelajaran di SMK 3 Mataram. Dalam pembukaannya Bapak Kepala Sekolah Ruju Rahmad, S.PD, MT mengharapkan guru-guru yang mengikuti kegiatan ini dapat menularkan kepada guru-guru lain sehingga ke depannya SMK Negeri 3 Mataram benar-benar menjadi sekolah menyenangkan baik bagi guru, siswa , tenaga kependidikan dan orang-orang yang terkait orang tua siswa, du/di stake holder dan lain sebagainya akan merasakan aura bahwa SMK Negeri 3 Mataram adalah sekolah menyenangkan.

Gerakan Sekolah Menyenangkan = GSM

Pada kegiatan workshop ini SMK Negeri 3 Mataram mengundang nara sumber nasional yaitu Ibu Anik Sudiartini Kepala SMK Negeri 1 Panji yang merupakan nara sumber nasional yang sudah mnerapkan GSM di sekolah yang dipimpin dalam beberapa tahun terakhir.

Kegiatan ini diikuti dengan antusian oleh seluruh peserta yang di awali ice breaking, memaparkan dan sekaligus mempraktekannya. Pada kesempatan tersebut Ibu Anik memaparkan bahwa saat ini sudah tidak waktunya lagi guru mengajar dengan system guru sentris dan guru hanya sebagai fasilitator yang menyenangkan dengan membuat suasana yang membuat siswa gembira seperti diawali ice breaking, permainan dan sebagainya yang membuat antusia siswa untuk belajar meningkat dengan suasana gembira. DIharapkan juga siswa diberi tantangan yang membagun kepedulian siswa terhadap sesame, lingkungan, spiritual dan lain-lain dengan cara yang menyenangan. Dengan demikian sekolah akan menjadi tempat yang dirindukan oleh siswa termasuk gurunya akan ditunggu-tunggu oleh siswanya.

Baca juan infomasi tentang.: STOP BULLYING DEMI GENERASI CEMERLANG

Sudah tidak waktunya ceramah-dan ceramah, sudah saatnya siswa diberikan hal-hal yang menumbuhkan karakter yang bisa meningkatkan citra dirinya yang akan mengantarkannya menjalani kehidupan dengan sukses dan menyenangkan.

Challenge untuk  peserta

Di akhir kegiatan seluruh peserta diberi tantangan yang pesertanya juga diikuti oleh sekolah lain di wilayanh kota Mataram seperti SMKN 4 Mataram, SMKN 1 Mataram, SMKN SMKPP Mataram, SMKN 6 Mataram  yang dibagi menjadi 8 kelompok yang selanjutnya dipresentasikan oleh masing masing kelompok denga indenya yang apresiatif, seperti memanfaatkan limbah sampah, barang bekar dan ide kreatif lainnya.

Yang luar biasa dalam kgiatan ini adalah semua perserta sangat gembira dan berperan aktif dalam kegiatan ini dan ada satu hal unik pada workshop kali ini sebelum ditutup dengan pemberian cendera mata dari pihak sekolah dan guru kepada nara sumber yang sudah memberikan inspiratif dalam kegiatan ini yaitu pemberian “Pemberian Bintang Kebaikan ” kepada peserta yang sudah berperan aktif dalam kegiatan ini seperti salah satu peserta menerima Piagam Bintang Kebaikan yaitu Ibu Rida Rosalina, S.PD sebagai peserta yang senang memberikan ide kreatif pembelajaran IPAS Kolaborasi dalam mata pelajaran lain dalam workshop ini.. Demikian Tim Media center melaporkan (yas)