STOP BULLYING DEMI GENERASI CEMERLANG

Akhir-akhir banyak viral video-video bullying yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia dan terekspos di media masa, sosial media maupun di youtube. Seperti yang diberitakan Solo Post tanggal 16 Oktober 2021, aksi perundungan yang terjadi terhadap siswa SD menjadi viral setelah videonya disebarkan akun @bintang10264642 di Twitter. Dalam video berdurasi tujuh detik tersebut terlihat ada seorang anak sekolah dasar tengah dikerubungi teman-temannya, ada seorang anak yang memegang tangannya dan terlihat ada teman lainnya yang memukul anak tersebut.

 Tangkapan layar video aksi bullying yang terjadi di SD Jepara. (Tiwtter/@Bintang10264642)

Sebelumnya Tanggal 21 Juni 2021 Manado Post juga memberitakan Warganet di Sulawesi Utara (Sulut) kembali dihebohkan dengan video bullying yang sudah viral menunjukkan seorang remaja putri berseragam putih biru melakukan bullying kepada temannya di ruang kelas

Dalam video berdurasi 30 detik itu, terlihat salah satu siswi sedang memarahi siswi lain. Tidak hanya marah-marah, siswi itu juga menampar wajah siswi yang sedang duduk.

Baca juga : Mimpi Itu Bernama “Taman Pelajar Smekti”

Kasus bullying ini tidak hanya terjadi antar sesama siswa akan tetapi dapat juga dilakukan oleh guru kepada siswa, seperti yang diberitakan oleh KOMPAS.com, Sebuah video bullying yang diduga dilakukan seorang guru kelas terhadap seorang siswinya di sekolah dasar di Kota Baubau, Sulawesi tenggara, viral di media sosial, Sabtu (30/10/2021).  Diduga seorang guru kelas berinsial AS, merekam seorang siswinya berdiri dan menangis di depan kelas karena tak bisa menjawab soal di papan tulis.  “Yang penting tidak ada yang ganggu toh? nanti sebentar saya sebarkan di WA group ini. Disuruh kerjakan di papan (tulis), tidak tahu menangis, supaya ditahu mamanya. Saya kirim di WA,” kata suara AS, yang terekam dalam video tersebut. Bukan itu saja, guru AS juga mengajak siswa kelas lainnya untuk memberitahu siswi untuk terus menangis. Ajakan guru tersebut kemudian diikuti siswa lainnya.

Baca juga artikel : D E D I K A S I

Bahkan kasus bullying sering kali terjadi terhadap guru yang dilakukan oleh siswanya seperti kasus yang diberitakan Kompas.com, pada tanggal 19 Februari 2019, seorang siswa mengedit sebuah video dan menambahkan kata-kata kasar yang dilontarkan pada gurunya. Peristiwa itu terjadi di SMA Al Azhar, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pelakunya seorang siswa kelas X sekolah tersebut. Ketika ditanya soal motif, siswa tersebut mengatakan, ia hanya iseng. Kasus serupa juga terjadi di Yogyakarta dan Jawa Timur. Seorang guru SMP PGRI Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, ditantang muridnya yang duduk di kelas IX untuk berkelahi. Tantangan itu diajukan AA sembari merokok di dalam ruang kelas.

Dengan makin maraknya kasus bullying di sekolah, antar siswa, guru ke siswa bahkan siswa ke guru, maka SMK Negeri 3 Mataram pun melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis dalam upaya mencegah perundungan(bullying) dan tindak kekerasan di lingkungan sekolah.

Mungkin gambar satu orang atau lebih dan orang berdiri

Melihat kasus-kasus bullying yang terjadi, kita sedikit banyak mendapat gambaran tentang apa sih bullying tersebut, dikutip dari website Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak https://www.kemenpppa.go.id, Bullying yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai “penindasan/risak” merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.

Baca juga : Program Sabtu Budaya Menuju Gerakan Sekolah Menyenangkan

Apa saja bentuk perundungan tersebut? Bentuk perundungan bermacam-macam antara lain :

  • Kontak fisik langsung. Tindakan memukul, mendorong, menggigit, menjambak, menendang, mengunci seseorang dalam ruangan, mencubit, mencakar, juga termasuk memeras dan merusak barang yang dimiliki orang lain.
  • Kontak verbal langsung. Tindakan mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi panggilan nama (name-calling), sarkasme, merendahkan (put- downs), mencela/mengejek, mengintimidasi, memaki, menyebarkan gosip.
  • Perilaku non-verbal langsung. Tindakan melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, mengejek, atau mengancam; biasanya disertai oleh bullying fisik atau verbal.
  • Perilaku non-verbal tidak langsung. Tindakan mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, sengaja mengucilkan atau mengabaikan, mengirimkan surat kaleng.
  • Cyber Bullying Tindakan menyakiti orang lain dengan sarana media elektronik (rekaman video intimidasi, pencemaran nama baik lewat media social)  
  • Pelecehan seksual. Kadang tindakan pelecehan dikategorikan perilaku agresi fisik atau verbal.

Adapun dampak bullying dapat mengancam setiap pihak yang terlibat, baik anak- anak yang di-bully, anak-anak yang mem-bully, anak-anak yang menyaksikan bullying, bahkan sekolah dengan isu bullying secara keseluruhan. Bullying dapat membawa pengaruh buruk terhadap kesehatan fisik maupun mental anak. Pada kasus yang berat, bullying dapat menjadi pemicu tindakan yang fatal, seperti bunuh diri dan sebagainya. Jadi mari kita bersama-sama menghentikan bullying demi generasi masa depan yang lebih baik, semoga tulisan ini bermanfaat. Salam Tim Media Center SMEKTI JUARA

Penulis : Susy Hasmi (Guru Multimedia)

Catatan Editor :

Kebetulan editor ada menulis tentang bully website lombok healing foundation bahwa umumnya bully itu disebabkan pola asuh ketika usia 0 – 3 tahun termasuk kondisi mental sang ibu ketika hamil. (https://lombokhealingfoundation.com/2021/11/15/kenapa-di-bully)