“PAHLAWAN TANPA TANDA JASA”

10 November kita peringati sebagai Hari Pahlawan. Hari itu 76 Tahun yang lalu peristiwa perjuangan rakyat (Surabaya) mempertahankan kemerdekaan melawan tentara sekutu dan belanda. Peristiwa itu harus kita kenang dan menjadi inspirasi dan semangat untuk terus berjuang memberikan yang terbaik bagi Nusa dan Bangsa.

Pahlawan menyiratkan sebuah keagungan, keberanian, ketulusan, etos kerja dan keikhlasan untuk berbuat yang terbaik bukan hanya bagi dirinya tetapi utamanya bagi orang lain sesamanya. Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Gelar Pahlawan Nasional diberikan kepada para pejuang yang berjasa kepada Negara Republik Indonesia, berjuang dalam Negara Indonesia, dan merebut kemerdekaan Republik Indonesia (Wikipedia).

Pahlawan adalah dia yang berjiwa revolusioner dan memiliki semangat patriotisme dan nasionalisme yang tinggi. Menjunjung tinggi pengabdian kepada kepentingan rakyat.Adanya hari Pahlawan mencerminkan kerelaan berkorban demi kepentingan nusa dan bangsa yang dapat dikenang oleh generasi sekarang.

Ketika menyebut istilah Pahlawan – dalam dunia Pendidikan kita mengenal ungkapan “Pahlawan tanpa Tanda Jasa” siapakah? – apakah artinya ?

“Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa …”

Bagi masyarakat, anak sekolah dan khususnya para Guru tentu tidak asing dengan penggalan lirik lagu “Hymne Guru” tersebut. Lirik tersebut menyadarkan betapa berharganya jasa seorang guru sehingga layak disebut sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”.

Baca juga Artikel :……….Mimpi Itu Bernama “Taman Pelajar Smekti”

Istilah pahlawan tanpa tanda jasa adalah salah satu istilah yang kerap kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. istilah ini kerap digunakan untuk merujuk pada para guru dan tenaga pendidik secara umum karena kerap tidak mendapat penghargaan dari pemerintah selain gaji yang mereka terima, bahkan perjuangan para guru di pedalaman sangat tidak sepadan dengan gaji yang mereka terima.

Melansir dari laman brainly.co.id, makna kata pahlawan tanpa tanda jasa adalah orang-orang yang telah berjasa bagi negara tapi tidak memperoleh pengakuan dari negara baik berupa tunjangan, bintang jasa, sertifikat tanda pengakuan, dana pensiun, atau yang lainnya.

Seorang guru layak disebut sebagai pahlawan karena kerja keras mereka yang tiada henti. Tanpa kita sadari, seorang guru selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi panutan dan mempersiapkan yang terbaik untuk para muridnya. Tak terhitung pula perjuangan yang mereka lakukan di luar jam mengajarnya untuk memberi yang terbaik. Gelar “tanpa tanda jasa” pun selalu dikaitkan dengan seorang guru

Lalu kita – Guru dan Tenaga Pendidik masa kini , layakkah disematkan “Pahlawan tanpa Tanda Jasa” ?

Penghargaan – gelar – Pahlawan, bukan sesuatu yang an sich melekat pada seseorang atau profesi tertentu, tetapi diberikan oleh orang lain (diluar diri) – ada kausalitas yang menyertainya. Kenapa Guru disebut “Pahlawan tanpa Tanda Jasa”, dari uraian diatas  memenuhi indikator; 1). Ikhlas bekerja keras penuh dedikasi mendidik generasi penerus bangsa; 2). Disiplin dalam melaksanakan tugas; 3). Mempunyai visi kemajuan masa depan; 4) Tidak memikirkan imbalan – penghargaan; 5). Niat untuk ibadah (mampu memberikan ultimate meaning dalam setiap pekerjaan).

Pada momen hari Pahlawan ini – mari kita do’akan para Pahlawan yang telah gugur mendahului kita, resapi – tanamkan jiwa kepahlawanan mereka untuk terus berjuang mengisi kemerdekaan. Terimakasih guruku – teruslah berjuang …semoga gelar “Pahlawan tanpa Tanda Jasa” layak diemban & menjadi jalan kemuliaan hari ini – dan kehidupan abadi kelak. Amiiin.

Selamat Hari Pahlawan.

Oleh : Ahmad Gazi Paedullah

Mataram, 9 November 2021

Sumber gambar : Blog UNNES