Mimpi Itu Bernama “Taman Pelajar Smekti”

Lahan terbuka disamping ruang teori program keahlian otomotif

Kurikulum SMK Pusat Keunggulan merubah proses pembelajaran Fisika dan Kimia menjadi mata pelajaran Proyek IPA-S. Materi-materi yang terkandung dalam proyek pembelajaran IPA-S setelah dianalisis oleh Guru-guru IPA-S di SMK Negeri 3 Mataram, ternyata diarahkan untuk merealisasikan proyek pengelolaan lingkungan. Materi-materi ini memberikan inspirasi pada guru IPA-S bagaimana mengajak siswa berpikir kritis, berpikir logis, dan bertindak praktis untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat minimal disekitar lingkungan sekolah. Salah satu hal yang menginspirasi guru IPA-S adalah memanfaatkan lahan-lahan terbuka yang ada di SMK  Negeri 3 Mataram menjadi media pembelaran produktif dan  bermanfaat secara ekonomis bagi siswa.

Memanfaatkan lahan kosong

Sebagaimana yang kita ketahui SMK Negeri 3 Mataram masih memiliki lahan terbuka  yang berlokasi disamping ruang teori untuk Program Keahlian Teknik Otomotif (Ruang Teori R 08 sampai  R 15). Lahan terbuka tersebut ternyata belum dimanfaatkan dengan maksimal. Kondisi saat ini tidak terawat banyak tumpukan limbah kayu serta tumpukan sampah. Dilahan tersebut terdapat bangunan beratap spandek serta beberapa serta beberapa bak beton penampungan sampah. Awalnya bak penampungan sampah tersebut akan dipergunakan sebagai pengelolaan sampah berdasarkan jenisnya. Akan tetapi karena pengelolaannya yang tidak maksimal justru saat ini terjadi penumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Melihat potensi yang ada Guru IPA-S terinspirasi untuk memanfaat lahan tersebut menjadi sarana pembelajaran yang menarik bagi siswa.

Taman Pelajar SMEKTI

Berangkat dari sebuah mimpi yang berharap jadi kenyataan, lahan terbuka yang saat ini masih dihiasi dengan tumpukan sampah dan limbah kayu yang sangat tidak sedap dilihat, dapat diubah  menjadi menjadi “TAMAN PELAJAR SMEKTI”.

  1. Keinginan pertama dari Guru IPA-S adalah, sampah yang menumpuk dibersihkan dimana proses pembersihan sampah ini dapat melibatkan sekelompok siswa atau pihak-pihak tertentu.
  2. Keinginan kedua memilah limbah-limbah kayu. Limbah kayu yang terdapat dilahan tersebut didominasi oleh bekas meubelair meja kursi belajar siswa. Memilah artinya menyelamatkan bahan-bahan kayu yang nantinya masih bisa dirakit kembali menjadi barang yang bermanfaat.
  3. Keinginan yang ketiga memanfaatkan area dibawah bangunan beratap untuk media belajar siswa keinginan itu berwujud media untuk pembelajaran proyek IPA-S maupun proyek P5BK.

Jika lahan tersebut sudah dikondisikan, maka banyak kegiatan-kegiatan praktik pembelajaran IPA-S dan P5BK yang dapat dilakukan di area tersebut. “TAMAN PELAJAR SMEKTI” memiliki arti bahwa SMK N 3 Mataram betul-betul berkomitmen untuk mewujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan dengan memberi ruang gerak yang optimal kepada siswa dalam berperan aktif mewujudkan program tersebut. “TAMAN PELAJAR SMEKTI” selanjutnya akan menjadi wahana pembelajaran praktik-praktik IPA-S dan P5BK yang dapat mengarah pada wahana pembelajaran kewirausahaan. Bahkan nantinya, diharapkan organisasi siswa intra sekolah, maupun kegiatan intrakurikuler dapat mengoptimalkan kegiatan kewirausahaan, menghasilkan produk bernilai ekonomis, sehingga operasional kegiatan intrakurikuler dapat didukung dari kegiatan kewirausahaan ini.

Baca juga ……... Kontribusi Mata Pelajaran Proyek Ipa-S Dalam Mewujudkan Smk Negeri 3 Mataram Sebagai Sekolah Berwawasan Lingkungan

Rancangan yang diharapkan, lahan terbuka disekitar bangunan beratap, dapat dimanfaatkan untuk media membuat sampah organik, membuat media-media green house, membuat media-media hidroponik yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai wahana budidaya berbagai jenis tanaman. Membuat pupuk organik merupakan pembelajaran IPA-S yang menyenangkan dan mengasyikkan karena betul-betul meramu materi IPA-S dan merealisasikan menjadi produk yang bermanfaat dan bernilinai ekonomis. Pupuk organik yang dibuat bisa dari bahan-bahan sampah disekitar sekolah maupun bahan-bahan diluar sekolah misalnya eceng gondok. Green House dan media hidroponik dapat menjadi salah satu wahana proses pembelajaran pengolahan dan pemilahan sampah, sampai kepada budidaya beraneka ragam tanaman. Mata pelajaran P5BK akan mendapatkan wahana dalam peran aktif melalui wahana green house dan hidroponik ini yang selanjutnya hasil budi daya dapat disebarluaskan di sekitar lingkungan sekolah.

Media beratap yang sudah tersedia di lahan terbuka di samping ruang teori program kehalian teknik otomotif

Baca juga Artikel ………….J U A R A

Sementara itu, dibawah lahan yang sudah beratap, dapat diberikan tambahan sarana dalam bentuk meja kerja (dilengkapi ragum), atau bahkan alat-alat tangan bertenaga, sehingga proyek-proyek P5BK yang lain juga dapat dikembangkan dalam tempat ini.Mengubah lahan ini menjadi “TAMAN PELAJAR SMEKTI” tentu saja memerlukan investasi awal yang besar, terutama kegiatan pertama dalam mengkondisikan kebersihannya. Namun, untuk selanjutnya, akan banyak kegiatan bermanfaat yang dapat dihasilkan.Baca juga ……….

Harapan dengan adanya “TAMAN PELAJAR SMEKTI” maka beberapa produk non kejuruan dapat dihasilkan siswa, sekaligus sebagai wahana mengosah soft skill siswa yang mungkin merupakan potensi lain dari siswa sebagai potensi pilihan.

Harapan selanjutnya, “TAMAN PELAJAR SMEKTI” akan menjadi wahana Wisata Belajar, baik oleh internal sekolah, eksternal sekolah, bahkan juga menjadi wahana kunjungan dari orang tua siswa.

Semoga, MIMPI itu dapat menjadi KENYATAAN.

Penulis; Rida Rosalina, Guru Proyek IPA-S