KONTRIBUSI MATA PELAJARAN PROYEK IPA-S DALAM MEWUJUDKAN SMK NEGERI 3 MATARAM SEBAGAI SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN

sumber: koleksi pribadi

Tahun Pelajaran 2021/2022 SMK Negeri 3 Mataram mendapatkan mandat sebagai SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK). Salah satu konsekuensi sebagai  SMK-PK adalah mulai Tahun Pelajaran 2021/2022, SMK Negeri 3 Mataram wajib  menyelenggarakan kurikulum SMK-PK. Didalam struktur kurikulum SMK-PK tersebut terdapat mata pelajaran Proyek IPA-S yang disampaikan di kelas X.  Jika pada kurikulum 2013 guru-guru  terbiasa menggunakan istilah Kompentensi  Dasar sebagai pedoman guru dalam penyampaian proses pembelajaran, maka pada Kurikulum SMK-PK ini  Kompetensi Dasar diganti dengan perangkat Capain Pembelajaran yang selanjutnya dijabarkan dalam Elemen.  Beberapa elemen dalam mata pelajaran Proyek IPA-S dalam proses pelaksanaan pembelajarannya,  diarahkan untuk dilaksanakan dengan model pembelajaran Project  Based Learning, dimana salah satu materi yang tercantum dalam elemen Proyek IPA-S adalah Hubungan Manusia dengan Lingkungan Sekitarnya.

Analisis terhadap materi ini, sangat berkaitan erat dengan bagaimana upaya siswa dalam peduli terhadap lingkungan sekitar.  Tidak dipungkiri bahwa, orientasi pembelajaran IPA-S salah satunya mengaitkan konsep-konsep IPA-S yang dipelajari secara teoritis dengan kondisi dilingkungan sekitar yang ditemui oleh siswa sehari-hari . Dengan demikian, pola pemikiran siswa akan terbentuk secara pragmatis dalam rangka memberikan kontribusi solusi permasalahan dilingkungannya berdasarkan konsep yang diterima dikelas. Jika pada Kurikulum 2013, materi konsep dan impelemntasi dilapangan terkotak-kotak dengan batasan Fisika dan Kimia, maka pada  Kurikulum SMK-PK dilebur menjadi satu dalam mata pelajaran Proyek IPA-S dan betul-betul diarahkan pada realisasi proyek. Inovasi yang dapat dilakukan oleh guru bersama siswa, salah satunya adalah memanajemen sedemikian rupa materi Hubungan Manusia dengan Lingkungan Sekitar untuk diarahkan bagaimana siswa dapat memiliki empati peduli terhadap pelestarian lingkungan sekitar, minimal pada lingkungan sekolah.

Dipihak lain, wacana Sekolah Berwawasan Lingkungan, menjadi wacana menarik akhir-akhir ini, bahkan, keberhasilan sebuah sekolah dalam menciptakan Sekolah Berwawasan Lingkungan menjadi salah satu barometer keberhasilan sebuah pelaksanaan Manajemen Sekolah. SMK yang berhubungan erat dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja, (DUDIKA) bahkan pihak DUDIKA pun mensyaratkan pelaksanaan Sekolah Berwawasan Lingkungan sebagai syarat penerimaan alumninya. Karena, menurut DUDIKA, sekolah yang betul-betul memperhatikan lingkungannya , adalah sekolah yang serius menerapkan Budaya Kerja Industri.

Bagaimana peran Mata Pelajaran Proyek IPA-S agar sekolah berwawasan lingkungan di SMK Negeri 3 Mataram dapat terwujud?

Isu pelestarian lingkungan menjadi salah satu pokok pembahasan dalam mata pelajaran Proyek IPA-S, elemen Hubungan Manusia dengan Lingkungan Sekitar. Saat ini, pengelolaan sampah di sekolah, pemanfaatan lahan-lahan terbuka di sekolah, belum dikelola dengan optimal. SMK yang berhasil dalam mewujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan adalah SMK yang berhasil dalam penerapan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Pengelolaan sampah yang benar, dimulai dari penyediaan tempat-tempat sampah berdasarkan jenis sampah dengan rasio yang sesuai, ada program pemilahan sampah, dan ada program pengolahan sampah berdasarkan jenisnya. Proyek IPA-S pertama yang dapat direalisasikan disekolah adalah membawa siswa terjun langung dilapangan dalam pemilahan sampah dan pengolahan sampah berdasarkan jenisnya. Proyek ini akan berjalan dengan mulus, jika MANAJEMEN SMK NEGERI 3 MATARAM betul-betul MENERAPKAN DAN PEDULI bagaimana PENYEDIAAN TEMPAT SAMPAH SESUAI DENGAN JENISNYA DI SETIAP SUDUT RUANG DENGAN RASIO MEMADAI. Penyediaan sampah tidak hanya sekedar menyediakan tempat sampah begitu saja, akan tetapi perlu dilengkapi dengan plastik penampung sampah, serta informasi-informasi pendukung disekitar tempat sampah, bahwa WARGA SEKOLAH TAHU DAN MENGERTI BAGAIMANA MEMBUANG SAMPAH BERDASARKAN JENISNYA. Jika hal ini sudah terpenuhi, maka mempermudah pelaksanaan Proyek IPA-S didalam siswa memilah sampah, dan mengolahnya sesuai dengan jenisnya.

Proyek IPA-S selanjutnya dapat diarahkan, bagaimana sampah-sampah organik dapat diolah mejadi PUPUK ORGANIK. Bagi guru IPA-S, tidak ada kata alergi bahwa siswa SMK yang berlatar belakang BIDANG TEKNOLOGI REKAYASA   terjun langsung untuk belajar pengolahan sampah organik. Karena tujuan utamanya adalah menumbuhkan empati siswa agar peduli lingkungan. Demikian juga dengan sampah-sampah anorganik, seperti plastic dan kertas. Maka, siswa dapat belajar bagaimana mengelola sampah-sampah  anorganik tersebut dengan benar.

Agar hasil dari pembuatan sampah organik ini bermanfaat untuk lingkungan sendiri, maka Proyek IPA-S yang lain yang dapat direalisasikan adalah memanfaatkan lahan-lahan terbuka di sekolah untuk dioptimalkan menjadi LAHAN HIDROPONIK. Ruang-ruang terbuka di depan ruang kelas, di depan ruang bengkel dapat dimanfaatkan untuk lahan hidoponik. Dengan demikian, siswa dan warga sekolah dapat menggunakan media hidropobik tersebut untuk menanam sayur maupun tanaman bermanfaat lain. Pupuk organik hasil kreasi siswa, dapat dimanfaatkan langusng guna penyuburan tanaman hidroponik tersebut. Alangkah indahnya, jika seluruh lahan terbuka SMK Negeri 3 Mataram dapat dimanfaatkan sebagai lahan hidroponik ini. Tidak menutup kemungkinan, suatu saat dapat diprogramkan PANEN SAYUR BERSAAMA di SMK Negeri 3 Mataram, buah hasil dari kerja siswa. 

sumber: koleksi pribadi

Proyek IPA-S, melalui pemilahan sampah, pengolahan sampah, pemanfatan lahan terbuka menjadi lahan hidroponik, akan menjadi media GERAKAN SEKOLAH YANG MENYENANGKAN (GSM) bagi siswa, sehingga program SABTU BUDAYA yang dicanangkan DInas Dikbud Provinsi NTB, salah satunya dapat diisi dengan kegiatan-kegiatan kembali ke lingkungan seperti ini.

Dilain pihak, mata pelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja (P5BK) yang juga terdapat pada Kurikulum SMK-PK, dapat berkolaborasi dengan Mata Pelajaran Proyek IPA-S melalui realisasi-realisasi program Sekolah Berwawasan Lingkugan ini. Dari sini, akan muncul pembelajaran Tematik, Kolaboratif, Integratiif, sehingga diharapkan siswa akan senang belajar mata pelajaran IPA-S dan P5BK, bahkan, berdampak positif dengan pelestarian lingkungan, menumbuh kembangkan kepedulian lingkungan, dan terwujud SMK Negeri 3 Mataram sebagai SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN dan BERBUDAYA KERJA.

Semua itu mudah dan bisa terwujud, jika Kepala Sekolah dan Manajemen Sekolah peduli dan mau untuk merealisasikan program ini. Dengan demikian, warga sekolah akan tergerak mensukseskan program ini, dan siswa akan memiliki media menyenangkan dalam belajar peduli dengan lingkungan.

Penulis : Rida Rosalina (Guru Mata Pelajaran Proyek IPA-S)