DETAIL BERITA

WINNER VS LOSER

WINNER VS LOSER


By : Renald Kasali

Loser ditujukan kepada orang yang kalah, bukan karena lemah atau tak berdaya, melainkan karena *sikap mental yang dibuat sendiri*. Kadang kontribusi lingkungan yang membentuk seseorang menjadi loser, tetapi sebagai manusia, kita punya pilihan, punya sikap ingin menjadi winner atau membiarkan diri terpedaya oleh sikap yang bermuara pada kekalahan demi kekalahan.

Denis Waitley bahkan menuliskan dalam *The will to win* dan mengulas keberhasilan Andrew Wiles mengungkapkan rahasia dibalik *Fermat's Last Theorem* yang sangat terkenal (cn = an + bn) yang hanya berlaku bila n bukan 2, mulai meragukan peran IQ dan mengangkat pentingnya *ketabahan (gritty)* dalam menjadikan seseorang sebagai pemenang.

*LOSER*
Seorang loser sangat terlihat dari kebiasaannya.

* mudah menyerah
* selalu mengatakan susah, * banyak mengeluh
* banyak komplain
* menyalahkan orang lain atas kesalahan kesalahan yang ia buat sendiri
* Senang mencari cari alasan
* Selalu punya alasan untuk membenarkan kesalahannya, akibatnya loser menjadi sulit sendiri untuk berubah atau memperbaiki kehidupannya.
* Senang menjelek jelekan orang lain
* Mempersulit orang lain
* Membiarkan irama hati menguasai pikiran

Maka tidak heran, loser selalu menjadi bagian dari masalah dan menolak melakukan tugas tugas tertentu.

Loser hanya *omong kosong* dan bicaranya orang lainlah yang harus melakukan sesuatu. ia tidak melihat "gain" (keuntungan), melainkan "pain" (sakitnya) saja. 
Bicaranya keras padahal argumentasinya tidak masuk akal, hal hal kecil dipersoalkan sedangkan yang penting dan bernilai besar dibiarkan hilang.

Loser wajahnya selalu kumuh, auranya tidak ada, sinar matanya menghilang, hatinya kejam, suaranya tidak enak didengar, ilmunya kering, senang menyakiti orang lain, tidak produktif.

*WINNER*
Pemenang bukanlah orang yang tak mau menerima kekalahan, melainkan orang yang *tak pernah berhenti.*
Itulah yang disebut ketabahan, determinasi. 
Kalau dia jatuh dia cepat balik, membal seperti bola.

Bahkan hasil studi menemukan, orang yang sangat berhasil (overachiever) ternyata awalnya menjalani kehidupan tidak dengan fun, melainkan sangat berat dan terlalu memaksa diri. 
Pemenang menjalani kehidupan dengan penuh semangat, tidak mudah putus asa, tidak mengeluh, tidak banyak komplain, tidak menyalahkan orang lain (terhadap kesalahannya sendiri), tidak membuat alasan alasan. 
Ia menjadi bagian dari jawaban jawaban, selalu melihat kemungkinan kemungkinan jalan keluar dari setiap masalah. Selalu membantu orang lain, menjadi *role model*.
Menyatakan: ini mungkin sulit, tapi rasanya bisa! Dan ketika melakukan kesalahan langsung mengucapkan "Sayalah yang bersalah".

Karenanya, pemenang selalu membuat komitmen, bermimpi besar, berorientas pada tindakan nyata, berlatih diri, menjadi bagian dari sebuah tim besar, mendapatkan kemajuan, dan percaya pada spirit bersama sama harus menang!

Pemenang yang cerdas, melihat prestasi yang besar didepan, argumentasinya kuat.

Winner memiliki wajah yang berseri seri, energic, cerdas, produktif dan tidak malas.

Yang manakah kita, *winner or loser*?

Self reflection...selamat merenung untuk membuat perubahan positif

------------------------------------------------------------- 

Sumber : Youtube.com

Sumber gambar : i.ytimg.com