DETAIL BERITA

PENDIDIKAN KARAKTER BEAWAL DARI KELUARGA

PENDIDIKAN KARAKTER BEAWAL DARI KELUARGA


Dari beberapa tahun tearakhir dimana mana khususnya dunia pendidikan mendengungkan pendidikan karakter. Kurikulum diharapkan memuat pendidikan karakter.

Mengapa perlu pendidikan karakter?

Bukankan masyarakat kita semua beragama? Yang ajarannya juga mengandung pendidikan karakter!

Bangsa kita menganut Pancasila sebagai dasar negara, yang menganut tata krama berbangsa dan bernegara yang juga mengajarkan pendidikan karakter

Bangsa kita sejak jaman kerajaan memiliki budaya dalam berkehidupan dimasyarakat, dari budaya di keluarga, masyarkat hingga bernegara yang semuanya mendandung pendidikan karakter.

Setelah bertahun tahun mengamati kejadian kejadian sosial baik di masyarakat, di sekolah dan beberapa keluarga, akhirnya sampai pada satu kesimpulan :

“Pendidikan Karakter berawal dari keluarga”

Mengapa keluarga ?

Guru-guru spiritual selalu mengatakan bahwa kita dimana saja menemukan guru. Semua yang kita dengar, kita lihat, kita rasakan adalah guru. Jadi dimanapun kita berada kita selalu berguru/belajar.

 Sejak anak lahir sampai berkeluarga semestinya anak lebih banyak bersama keluarga, ayah, ibu, kakek, nenek dan semua orang yang ada di keluarga. Kondisi keluarga paling banyak berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak. Pada keluarga yang harmonis yang memiliki tata krama yang baik, taat beribadat, bertutur kata yang santun, berperilaku yang santun maka secara tidak langsung anak anak yang lahir dikeluarga tersebut akan memiliki karakter yang tidak jauh berbeda dan umunya memiliki karakter yang baik.

Tetapi jika dalam keluarga sering terucap kata kata yang kasar, perbuatan kekerasan terhadap anggota keluarga yang lain, jarang beribadat dan perbuatan-perbuatan negatif lainnya, ini akan menjadi guru bagi anak-anak. Anak anak yang sering mendapatkan kekerasan dalam keluarga, kata-kata yang kasar ini adalah pelajaran yang terekam dalam alam bawah sadar dan akan mempengaruhi karakter anak bahkan kelak ketika dewasa akan muncul dengan yang aneh-aneh diluar kewajaran.

Coba kita perhatikan anak-anak yang memiliki karakter kurang baik dan telusuri keadaan keluarganya maka kita akan tahu bahwa keluarganya juga runtuh. Bercerai, bapaknya kawin lagi, bapak dan ibunya selalu bertengkar, terjadi kekerasan dalam keluarga dan sebagainya. Saya pernah mewawancarai seorang anak sekolah yang sering tidak masuk sekolah dan menjadi jagoan diantara teman-teman mainya. Ternyata jawaban yang membuat miris : Pak saya pernah digantung oleh bapak saya di sumur seperti timba air, saya selalu mendapat kekerasan, kalau saya melakukan kesalahan bapak selalu memukul saya dan sebagainya.

Bagaimana pengaruh masyarkat ?

Masyarakat juga berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak. Tapi perlu diingat, berapa banyak waktu yang dihabiskan oleh anak-anak di luar rumah? Dari bangun pagi sampai menjelang tidur berada jam anak-anak berada di luar rumah. Jelas masih jauh lebih banyak anak-anak berada di rumah, sehingga keluarga masih memiliki peran lebih besar membentuk karakter anak. Tidak menutup kemungkinan juga apa yang disaksikan, perilaku yang di terima anak di luar rumah juga akan mempengaruhi karakter anak. Untuk itu peran serta keluarga sangatlah penting agar anak memiliki karakter yang baik. Dimana anak-anak bergaul, dengan siapa anak-anak bergaul, apakah teman-taman bergaulnya memiliki karakter yang baik atau berasal dari keluarga yang runtuh. Untuk itu peran keluarga sangatlah penting mengawasi hal ini agar anak memiliki karakter yang baik. Lagi-lagi disini keluarga memiliki peran yang lebih besar dalam membentuk karakter anak.

Peran sekolah bagaimana?

Setelah anak bersekolah, waktu di luar rumah bertambah. Tatkala belum sekolah, anak bergaul dengan lingkunan tetangga. Setelah sekolah anak-anak bergaul lebih luas lagi, tapi perlu diingat dari 24 jam anak-anak berada di sekolah paling banyak 8 jam. Masih lebih banyak waktu anak-anak berada di luar dibandingkan dengan di sekolah. Tatkala di Sekolah Dasar, begitu bubar sekolah umumnya anak-anak langsung pulang, karena rumahnya relatif dekat atau dijemput oleh orang tuanya, akan berbeda tatkala anak kita sudah SMP atau SMA/SMK. Karena sangat mungkin, begitu sekolah bubar anak-anak tidak langsung pulang, mungkin diajak temannya ke suatu tempat atau dijemput teman dari sekolah lain main entah kemana dan sebagainya. Untuk itu peran keluarga disini sangatlah penting. Akan sangat berbahaya, tatkala anak tidak mendapatkan kenyamanan di keluarga, karena anak akan mencari kenyamanan di luar rumah. Akan beruntung jika anak mendapatkan kenyamanan dari teman yang keluargaya baik-baik, tetapi tidak menutup kemungkinan anak akan berkenalan dengan narkoba yang saat ini ada dimana-mana, dengan minuman keras, rokok, judi dan sebagainya. Untuk itu mari kita buatlah keluarga itu nyaman bagi anak-anak kita sehingga memiliki karakter yang baik.

Bagaimana agar keluarga menjadi nyaman bagi anak-anak ?

Seorang guru spiritual Bapak Gede Prama mengatakan : Taman jiwa yang paling indah saat ini adalah “Keluarga”

Bagaimana agar keluarga menjadi taman jiwa yang indah bagi anak-anak kita ?

Menurut guru Gede Prama , agar keluarga menjadi taman jiwa yang indah untuk anak-anak kita ada beberapa persyaratan yang harus di penuhi :

1.Sesama anggota keluarga harus saling menyayangi.

Tidak ada keluarga yang tidak punya masalah, semua keluarga dititipi masalah, dari anak nakal, mama cerewet, papa pemarah. Tapi perlu diingat, masalah bukan musibah, masalah bukan hukuman Tuhan, masalah bukan setan lagi marah tapi masalah adalah cara jiwa kita bertumbuh menjadi dewasa, karena tanpa masalah jiwa kita tidak akan pernah dewasa. Oleh karena itu keluarga akan menjadi taman jiwa yang indah jika antara anggota keluarga saling menyayangi. Perkawian papa dan mama didasari saling menyayangi, papa menyayangi mama dan anak-anaknya, mama menyayangi papa dan anak-anaknya. Demikian juga kakak menyayangi adik dan papa mama, adik juga menyayangi kaka dan papa mama.

 

2.Menerima dan memaafkan.

Kita semua pernah melakukan kesalahan, papa pernah salah, mama pernah salah, anak-anak juga pernah salah. Keluarga akan menjadi taman jiwa yang indah kalau kesalahan-kesalahan yang terjadi diterima dan dimaafkan. Ingat keluarga intu adalah rumah perbedaan, perkawinan adalah penyatuan dua perbedaan, dari keluarga yang berbeda, daerah yang berbeda bahkan dari agama yang berbeda. Menata keluarga seperti menata taman, dalam taman terdapat banyak sekali bunga yang tentunya berbeda, tapi ternyata dengan berbeda itu akan menjadi indah, agar taman terus indah harus kita sirami setiap hari. Demikian juga keluarga, perbedaan keluarga jangan dipaksa sama dengan kita, papa mama dan anak-anak  adalah mahluk yang berbeda yang tidak bias dipaksa sama, kalau dipaksa sama maka keluarga akan bubar. Sehingga di sarankan, biarlah perbedaan itu bertumbuh dengan perbedaanya dan perbedaan yang ada dalam keluarga harus kita sirami dengan menerima dan memaafkan. Kalau kita rajin menhyiramui dengan menerima dan memaafkan maka akan ketemu puncak indahnya keluarga sebagai taman jiwa seperti dalam lagu  “mawar melati semuanya indah”.

 

3.Bergembira

Kalau anggota keluarga sudah saling menyayangi, menerima dan memaafkan kesalahan yang dilakukan oleh anggota keluarga, untuk melengkapi agar keluarga menjadi taman jiwa yang indah maka anggota keluarga harus selalu gembira. Riset menunjukkan pada keluarga-keluarga yang selalu gembira maka anggota keluarga tersebut relatife lebih banyak sehatnya dari pada sakit.

 

4.Kalau ada keluarga yang sakit baik itu sakit fisik maupun sakit jiwa jangan di kucilkan, jangan dimarahi tapi didekap seperti mendekap bayi yang menangis. Karena dengan mendekap keluarga yang sakit akan mendapatkan kenyamanan dan segera akan sembuh,

 

Jadi kesimpulannya, peran terbesar yang membentuk karakter anak adalah keluarga. Apakah anak itu akan memiliki karakter yang yang baik ataupun kurang baik sanghat ditentukan dengan keluarga, karena sebagian besar waktu dihabiskan oleh anak bersama keluarga. Oleh karena itu mari kita secara bersinergi antara keluarga, masyarakat dan sekolah mendidikan anak anak kita sehingga memiliki akhlak yang bauik dan keluarga menjadi taman jiwa yang indah.

Demikianlah corat coret saya ini dan mudah-mudahan berguna bagi yang membacanya.

Terima kasih.

Sumber gambar : pendidikankarakter.com 

 =====================

Penulis : I Nengah Yasdwipura

Guru IT di SMK Negeri 3 Mataram

HP : 08175743501

Email : y.dwipura@gmail.com